Home | Nasional | Internasional | Daerah | Politik | Hukrim | Ekonomi | Sport | SerbaSerbi | Tekno | Lifestyle
 
Tertimbun Mimpi di Lubang Tambang, Tragisnya Nasib Remaja 15 Tahun di Kuansing
Minggu, 08-03-2026 - 22:15:37 WIB | Alfis
Foto ilustrasi
TERKAIT:
   
 

Kuansing,Riauline.com - Langkah remaja itu seharusnya masih dipenuhi cerita tentang sekolah, cita-cita, dan masa depan. Namun bagi JA (15), siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah di Desa Beringin Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), jalan hidupnya justru berakhir di tempat yang jauh dari ruang kelas sebuah lokasi bekas tambang emas ilegal.


Sore itu, Sabtu (7/3/2026), JA bersama seorang temannya mengendarai sepeda motor menuju Desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar. Di sana terdapat bekas lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang sudah lama menjadi tempat masyarakat mencoba peruntungan mencari butiran emas secara tradisional.


Dengan peralatan sederhana berupa dulang dan sekop, kedua remaja itu mencoba mengais rezeki dari tanah yang pernah digali para penambang. Aktivitas seperti ini bukan hal baru di kawasan tersebut. Bagi sebagian warga, bekas tambang sering kali masih menyimpan harapan kecil untuk menemukan emas.


JA turun ke bagian bawah galian tanah. Ia mulai menguruk tanah untuk kemudian didulang bersama temannya. Tanah yang tampak biasa saja itu menyimpan bahaya yang tak terlihat.
Tanpa peringatan, tanah di bagian atas tiba-tiba longsor. Material tanah yang rapuh runtuh seketika dan menimbun tubuh JA yang berada di bawah galian.


 Peristiwa itu terjadi begitu cepat, membuat temannya tak sempat melakukan apa pun.
Teman korban yang panik langsung berteriak meminta tolong. Suara teriakannya memecah kesunyian lokasi tambang dan mengundang perhatian warga yang berada tidak jauh dari tempat kejadian.


Sejumlah warga segera berlari menuju lokasi. Dengan alat seadanya, mereka berusaha menggali timbunan tanah untuk mengevakuasi JA. Upaya itu dilakukan dengan penuh harap agar nyawa remaja tersebut masih bisa diselamatkan.


Setelah berhasil dikeluarkan dari timbunan, JA segera dilarikan ke rumah sakit. Namun kondisi korban sudah sangat lemah. Ia mengalami sesak napas akibat tertimbun tanah terlalu lama.Nyawa remaja yang seharusnya masih panjang itu akhirnya tidak tertolong. JA dinyatakan meninggal dunia, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana SH SIK MH menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut. Ia menyebut aktivitas PETI kembali memakan korban jiwa, bahkan kali ini menimpa seorang anak remaja yang seharusnya masih berada di bangku sekolah.


Menurutnya, praktik PETI memang masih marak terjadi karena dianggap sebagai jalan cepat mendapatkan penghasilan. 


"Meski berisiko tinggi dan sudah sering menelan korban, sebagian masyarakat tetap melakukannya, terlebih menjelang Lebaran ketika kebutuhan ekonomi meningkat," kata Kapolres.


 




 
Berita Lainnya :
  • Tertimbun Mimpi di Lubang Tambang, Tragisnya Nasib Remaja 15 Tahun di Kuansing
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Indeks Berita  
    01 Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bermasa Bukit Batu, Doorprize Bertabur Hadiah
    02 Gebyar Pajak Sungai Selari Semarak, Warga Taat PBB Berkesempatan Bawa Pulang Sepeda
    03 Jalan Santai dan Sepakbola Bermasa, Bukit Batu Semarakkan HUT RI ke-81
    04 Merah Putih Berkibar Khidmat, Camat Bukit Batu Ajak Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata
    05 Semarak HUT RI ke-81, Siak Kecil Gelar Domino Berhadiah Puluhan Juta
    06 25 Paskibra Bukit Batu Dikukuhkan, Merah Putih Siap Berkibar di Langit Kemerdekaan
    07 18 Pelajar Terpilih Dikukuhkan Jadi Paskibraka Kecamatan Bantan, Siap Kibarkan Merah Putih
    08 Ribuan Peserta Siap Semarakkan Pawai HUT RI ke-81 di Bukit Batu
    09 Dakwah Terhenti di Balik Dak yang Keropos, Pengurus Masjid Al-Hikmah Kecewa Pertamina Sungai Pakning Tak Merespon
    10 Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di Dumai Berangsur Membaik, Wali Kota Pastikan Evaluasi Dapur Gizi
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 - Riauline.com